e martë, 20 janar 2009

DikLatSar Palafne 2008 "The Joker"


Karena terlalu menunggu tulisan dari temen2,......... Maka say putuskan untuk lagi2 menulis kegiatan latsar 2008 ( angkatan Joker). Dan lagi2 seperti biasa tulisan ini dari sudut pandang saya,.....

Rapatkan barisan.....

Titik kumpul kami di sebuah kost2an milik Imo, di daerah pogung,... kedatangan saya bersama rombongan menggunakan Avansa putih di kost imo sudah di tunggu oleh se gerombolan kawan lain dengan Panser milik Suryono. Pasukan kami terdiri dari

Panser Utama:

Suryono Family (Anak dan Istrinya ikut)

Bagong “Big Boy”

Kriting “ Kombespol”

Pujo “Distro Boy”

Panser Pendukung:

Imsak “penulis”

Ferdinan “Homo Boy”

Ainur “Galon”

Imo”Celat Boy”

Adit “.......... Boy”

Biasa tradisi kami pun mulai mengalir,.... Sambil menikmati 3 Buah Durian dari kebun Imo kami mulai bercanda,.... kali ini sasaran utama Kriting sebagai siswa Polisi yang harus selalu siap.

Sembari menunggu Pujo dan Adit yang sedang belanja Minuman Berakohol (Pesanan temen2) kami sibuk berbenah,.... Ainur sudah muali belanja di warung depan kost2an,.... ada yg menjalankan sholat Isya terlebih dahulu dan tetep melakukan introgasi terhadap ibu Polwan.

OK ..... semua sudah siap dan perjalan segera di mulai menuju Kinahredjo di rumah Lek Pujo.

Karena acara ini diadakan pada tanggal 31 Desember 2008 yang norta bene tepat pada malam tahun baru maka kami mencoba mencari jalan alternatif untuk menghindari macet,....

Brummmmm,.....ruuummmmm....mmmmmmmmm

Sukses kami tidak terkena macet,... tapi sukses pula ami muter yang jadinya malah lebih lama dari perkiraan,....

Leader pada kami selaku Panser pendukung,.... dgn driver Sudara Adit da Navigator Saudara Imo,......

Singkat cerita kmi sudah mulai memasuki kawasan kali kuning,.....

Dingin mulai terasa disertai rintik ujan,.....



Hoooooooaaaaaaalllaaaaaaaahhhhhh.................

Ternyata gak ada yang tau dimana rumah lek pujo,....

Terpaksa Pujo (selaku cucunya lek Pujo) dan Bagong (dengan alasan Olahraga) harus turun dari panser dan berjalan kaki untuk bertanya dan mulai menelusuri wilayah

Cari2,.... akhirnya ketemu juga,.....

Rumah yang memang berada di posisi yg dalam dan tertutup bangunan lain dan tertutup kandang Sapi (Mambu Phuooolllll........)

Di posko lek Pujo sudah menunggu kawan2 yang laen,....

Udik , Icik, Sukardiyanto,pakdhe, dan masih banyak yang lain,....

Lagi2 dengan bintang tamu Udik,..... ada Tips dari udik tentang cara mencari dia candi Borobudur.

“Kalian (kata udik) kalo mo ketemu saya gampang sekali,.... tinggl lompat pagar di aral Cani saja,.... nanti pasti kalian akan mudah bertemu saya....”

Pikir.........pikir...............pikir..............pikir..........

Ternyata setelah kita lompat,.. kita kan ditangkap oleh beberapa Satpam yg notabene dalah anak buah

udik,,,... setelah kena tangkap kita akan di antar keruangan udikuntuk mendapat hukuman,....

“Begitu ketemu saya (kata Udik lagi) kalian akan tetap saya hukum dengan push Up 50 X atau 100X?.... 50 x pak (jawab temen2) ya udah kalo gitu 75 X aja (jawab udik segera)

Prexxxxxx,.......... Kompak temen2 menjawab,....

“Ayo2 Mas2 dan mbak2 siap2 untuk masuk hutan” terdengar komando dari panitia,....

Kami pun bergegas packing,... tapi dasar wong tuo2 bergegas kam pun butuh waktu satu jam-an,..

Perjalan masuk hutan kami di pandu oleh Ade salaha satu panitia. Tim kami di pimpin oleh anaknya Suryono “Syifa”.... jadi apa pun yang terjadi Syifa harus tetap di depan,.....

Perjalan kami benar2 asik,... karena lama ndak masuk hutan walaupun hanya 15 menit perjalan cukup membuat nafas kami ngos2an,..... lagi2 nafas tuo,...

Di lokasi Camp ternyata sudah banyak juga temen2 yg lain,... ada kanibal, bebek, Aik,hatta,Sum,papo, dan banyak lagi yang lainnya,.....

Suasana pelantikan makin terasa,....

Obrolanpun berada di seputar memori diklat masing angkatan,....

Alkohol mulai di putar (bagi yang mau)

Rokok dinyalakan,...

Kopi panas ikut berperan,....

Meriah Euyyyyy,.............

Tak begitu lama acar penarikan peserta diklat pun mulai dilakukan,....

Oleh panitia penarikan di buat layaknya sebuah sinetron,... dengan tema cerita,....

Lapangan minta di hentikan latsarnya karena merasa gak puas dengan peserta, trus acara minta dilanjutkan,.....

Seperti Sinetron2 tayangan televisi,... Garing,.... Over acting,... Sedikit Lucu tapi Fals.......

Banyak dari kawan2 yang merasa aneh akan drama ini,.... karena seingat saya,... Konsep utama latsar yang dulu kami bangunan adalah:

Minim Bentakan

Tegas

mendidik

Dan menyakitkan

Apa yang terjadi kawan kenapa bisa begini?......

Baik lah,... kita lanjut lagi aja critanya,....

“Sinetron” ini diakhir ini dengan dinyalakannya kembang api di tengah Hutan yg gelap,.....

Menarik,.... Indah,.... keren,..

Tapi saya gak tau harus berbuat apa jika tiba kembang api tersebut menjadikan terbakarnya kawasan Hutan di kali kuning?.................

Pernah Liat dan tau,.... Mapala membkar Hutan?........ (Bisa terjadi malam itu,.....)

Selesai melihat “Sinetron”

Kami kembali lagi menuju Camp Utama untuk melakukan cara pelantikan,....

Lagi2 kami kecewa,...... Tapi kami juga menjadi percaya,.... kenapa angkatan ini dinamakan Angkatan “Joker”

Lucu,.... dan memuakan,....

ALASANNYA:............

  1. Pada saat upacara pelantikan tidak ada ke Khimatnya sama sekali
  2. Selama acara selalu bercanda
  3. Tidak ada lagu2 yg dulu sering kami nyanyikan (Padamu Negri, bahkan mereka lupa akan lagu kebangsaan Kita Indonesia Raya)
  4. Doa yang ada hanya sekedar banyolan,....
  5. Penciuman bendera pun di isi gurauan2 yang sama sekali gak penting.

Sudah gak relevan lagi kah,... makna Ritual di organisasi ini?......



Lanjuuuuuuuuuuttttttttttttt............................................................

Selesai acara tersebut diatas,.... yg gak tau apa maksudnya.....di mulailah acara makan2. Dengan nasi bungkus yang sudah siap dan air teh yang sudah jadi,.....

Lagi2..... gak ada cengkrama yang menarik di antara kita,........

Gak ada lagi kita liat senior melindungi yuniornya dengan melayani mereka memasak,... dan membuatkan hidangan yang hangat dan meriah,...

Kegiatan masak memasak dan saling melayani hanya ada di kumpulan kami,... orang2 yang masih kuno,.....

Bikin 4 gelas kopi susu untuk di minum rame2.... sambil bercerita tentang segala hal.....

Bikin Mie rebus untuk ganjal perut rame2 sambil bercanda satu dengan yang lain,....

Ohhhhh,.................. apa yang terjadi dengan organisasi ini?

Pemaksaaan miras pun mulai dilkukan,...

“Ayo Minum,.... laki2 kok gak minum Miras?.......”

Apakah dulu kita begitu?...........

Kan lebih enak kalo begini?...... siapa mau minum silakan ambil,.......?.......

Lanjuuuuuttttttttttttttttttt,......................

Mendakati pagi keadaan makin aneh,.....

Sudah tidak terdengar lagi gurauan kawan2,..... semua bergegas masuk dalam tenda hingga pagi hari,...

Pagi hari kebetualan saya bangun paling awal,......

Selesai sholat subuh saya ber keliling di areal Camp?.....

Untung Pagi ini kita di tengah hutan, bayangkan kalo tiba pagi ini datang koordinator D3 pasti palafne bakal bener2 di bubarkan,...

Bagaimana tidak,... botol2 minum beralkohol berserakan dimana2 ada Bir Bintang, Anggur Orang Tua, Anggur Merah, Mension House,.....





WOW,......

Karena capek melihat kondisi tersebut akhirnya saya putuskan

untuk membuat kopi dan menyalakan api Unggun sisa semalam,.....

Menghiraukan kondisi yang ada,... ternyata hutan masih merupakan tempat yang nyaman untuk bersantai di pagi hari,.....

Satu persatu temen2 mulai bangun dan mulai bergabung di api yang berhasil saya buat,.. menghangatkan diri,..... rame meriah cukup akrab,.....

Lagi2 suasana rusak,..... terjadi pemaksaan Miras sisa semalam,....

Duhhhh Gussstttiiiiiii,..............

Dari pada capek melihat hal tersebut saya bersama rekan2 yang lain segera bergegas menyiapkan diri untuk berangkat menuju base camp rumah lek Pujo,...

Di Base camp tanpa berlama lama juga kami bernjak pulang dengan singgah terlebih dahulu di Bebeng.

Bebeng,.... Wedang Gedang Yu Redjo,...... Kami datang,.......


Ramah Lingkungan

Ada Apa Dengan Plastik (kata Yayuk "Langgi")


· Dalam satu tahun, 1 triliun kantong plastik digunakan oleh dunia.

· Setiap orang menggunakan sekitar 170 kantong plastik tiap tahun.

Ini berarti setiap satu menit-nya 2 juta kantong plastik yang dibuang

· Kantung plastik terbuat dari polyethene (PE), suatu bahan thermoplastic yang lebih dari 60 juta ton bahan ini diproduksi setiap tahun di seluruh dunia terutama menjadi kantung plastik.

Untuk memproduksi 1 ton plastik diperlukan 11 barel minyak mentah (BBM)

Di negara-negara maju, penggunaan plastic shopping bags (kantung plastik belanjaan) di toko dan supermarket mulai dibatasi dan digantikan dengan paper bags (kantung kertas) yang terbuat dari kertas yang dapat didaur-ulang.

sDi San Francisco (AS), toko & supermarket yang masih menyediakan kantung plastik dikenakan denda $100 (hampir Rp 1 juta) untuk pelanggaran pertama kali, dan meningkat denda $200 untuk pelanggaran berikutnya dan jika masih melanggar dikenanakan denda $500.

s Di Australia, toko-toko menjual “green bags” seharga satu dollar saja namun bisa dipakai berkali-kali.

s Di Perancis, supermarket (seperti Carrefour) “memaksa” konsumennya untuk membeli plastik yang dapat dipakai berulang (reusable plastic) dan Tas kain non-tenun (non-woven bags).

sDi Inggris, beberapa toko besar (seperti Tesco dengan “Green Bag Scheme”) memberi discount khusus senilai 1-4 Poundsterling bagi pembeli yang membawa sendiri Tas dari rumah.

Apa “Dosa” Kantung Plastik, sehingga kita harus mengurangi pemakaian Kantung Plastik ?

  1. Kantung plastik tergolong “barang sekali pakai” (single-use plastic shopping bags) sehingga memperbanyak Sampah. Kalau kita belanja bulanan di supermarket, sekali belanja kita akan “dihadiahi” paling sedikit 4 kantung plastik dalam berbagai ukuran.
  2. Jakarta menghasilkan sekitar 6.000 ton sampah setiap hari, yang lebih dari setengahnya adalah sampak non-organik terutama plastik dan kertas.
  3. Sampah kantong plastik yang dibuang di Jakarta dapat menutupi 2600 lapangan sepakbola.
  4. Baru bisa terurai di alam (biodegradble) dalam waktu 500 - 1.000 tahun, sehingga jika tercecer di tanah akan merusak lingkungan (menghambat peresapan air yang menyebabkan banjir dan merusak kesuburan tanah).
  5. Pemerintah Bangladesh melarang kantung plastik karena dianggap sebagai penyebab banjir karena menyumbat saluran pembuangan air di musim hujan.
  6. Sekitar 3% plastik di dunia berakhir sebagai sampah yang terapung-apung di permukaan air, termasuk di laut yang menyebabkan kematian banyak ikan paus dan penyu karena sampah plastik tersangkut di pencernaan mereka.
  7. Hanya 1% saja Kantung plastik bekas yang dapat didaur ulang, terutama karena sulitnya memilah berbagai jenis plastik yang digunakan dan tak sebandingnya biaya recycle dengan harga jual produk recycle, sehingga hampir semua kantung plastik tinggal menjadi sampah. Pemulung saja ogah ambil sampah kantung plastik !

Untuk memproduksi plastik, setiap satu tahunnya diperlukan 12 juta barel minyak yang menghasilkan emisi gas rumah kaca perusak lapisan ozon (ditambah lagi sekarang terjadi krisis minyak yang mengakibatkan melambungnya harga BBM)












Seorang Pemulung yang sedang naik perahu mengumpulkan sampah di sungai di Jakarta yang dipenuhi Sampah, termasuk sampah kantung plastik













Bhutan, negara kecil di pegunungan Himalaya (di Asia Tengah dekat India) dalam Peringkat Kebahagiaan Dunia dinyatakan sebagai “negara berkembang yang penduduknya paling berbahagia” di dunia. Pemerintah Bhutan melarang Kantung Plastik dan Rokok karena memandang produk itu membuat warganya tidak bahagia.











Apa yang Bisa Kita Lakukan ?

  1. Bantu selamatkan bumi dengan membawa Tas sendiri saat berbelanja ke supermarket atau ke pasar tradisional (Ingatlah “kebiasaan baik” dari Ibu atau Nenek kita yang dulu ketika berbelanja ke pasar tradisional, selalu membawa sendiri Tas Belanja dari rumah)
  2. Sebaiknya gunakan Tas Ramah Lingkungan yang terbuat dari bahan kain yang dapat didaur-ulang (seperti Tas Belanja Ramah-Lingkungan "Lestari Lingkunganku") Kini mulai tersedia “Kantung Plastik Ramah Lingkungan” (Bio-Degradable Plastic Bag) yang terbuat dari tepung singkong (maizena) dan dapat terurai 6 bulan sampai 5 tahun (bandingkan dengan plastik biasa yang baru terurai setelah 500 – 1.000 tahun). Namun ketersediaannya masih terbatas dan masih mahal (Rp. 1.000 per lembar)
  3. Bawalah selalu Tas Ramah Lingkungan itu (di mobil atau di motor) sehingga selalu tersedia kapanpun Anda membutuhkannya. Jadi tidak alasan, Anda “terpaksa” menerima kantung plastik
  4. Jika hanya membeli sedikit, mulailah mau/berani menolak “pemberiankantung plastik dari toko dan masukkan barang belanjaan ke dalam tas Anda. Ingat, kantung kresek adalah “bonus” yang tak berguna
  5. Kurangi penggunaan kantong plastik kresek SEKARANG JUGA Jika belum dapat menghentikan secara total, lakukanlah secara bertahap, misalnya hanya untuk digunakan untuk membuang sampah di tempat sampah (menjadi plastik sampah / trash bags)
  6. Jangan jadi “penimbun” dan “kolektor” kantung plastik tak terpakai yang memenuhi rumah Anda. Segera enyahkan dari rumah alias “cuci gudang”(*caranya lihat di bawah).
  7. Anjurkan keluarga, teman, dan tetangga untuk mengurangi pemakaian kantung plastik, dengan menjelaskan bahaya-bahaya yang ditimbulkannya. Jadilah “agen” penyelamat lingkungan.





Tas Belanja Ramah-Lingkungan

Acara “Lestari Lingkunganku”

Made in Summarecon





Lalu dikemanakan kantung plastik yang masih saya simpan ?

Daripada dibuang merusak lingkungan, maka sumbangkan saja ke Program Daur Ulang Tzu Chi bersama-sama sumbangan sampah daur ulang lain (kertas, botol, kaleng, dll).

Biarlah Depo Daur Ulang yang akan “membereskan” masalah sampah kantung plastik Anda.

Dengan berbuat ini, Anda mendapat manfaat ganda, yaitu :

  1. Turut peduli lingkungan, dengan tidak “mewariskan” sampah plastik perusak lingkungan
  2. Berbuat amal kebajikan karena hasil daur ulang Tzu Chi digunakan untuk kegiatan sosial (pengobatan & pendidikan bagi masyarakat kurang mampu)

Dengan merubah kebiasaan kecil,

Kita akan berkontribusi dalam

pelestarian lingkungan












Pendakian Massal Gunung Merbabu 2008

Alumni Tim

Perjalalanan diwarnai dengan air hujan yang cukup lumauyan.

Sore hari jam 5 Arundono “Sengong” Wicaksono menjemput aku dengan motor pitungannya,...............

Setelah beres berpacking ria langsung meluncur ke Minomartani ke rumah copet,.....

Tiba dirumah copet langsung atur ulang strateginya.....

Sengong: Berangkat ambil Mobil sekaligus jemput Noek di Janti

Copet : Hub Imo utk segera datang berkumpul di Minomartani

Imsak : Makan Gorengan sambil mencoba menghubungi Udik dan Sukar yang sudah ndak sabar nunggu di rumahnya Udik.

Nyonya Copet : Tuku Gorengan ama bikin Teh.

(RBTV. Acara Santap, Makan Mie Kocok kaki sapi dijln Kusuma negara)

Semua udah kumpul,....................

Mobil Avanza datang dgn sopir Sengong,.... Kami langsung meluncur menuju Magelang untuk jemput Udik dan Paka Lurah Sukar. ( Ost. The Changcuters,Potret,Peter pan)

Tiba di tempat udik ( Walaupun Pake bingung dan sedikit keblasuk)

Basa basi sebentar dan menikmati teh hangat serta camilan sisa lebaran

Tema Obrolan : Sukar jd komandan Satgas PDIP moncong putih.

Teh hangat cepat dihabiskan pasukan langsung meluncur menuju Base Camp Pendakian Gunung Merbabu.

Posisi duduk di mobil akan sedikit saya gambarkan.



Depan : Pegang Stir Arun. Sebelahnya Udik






Tengah: Imo,Copet,

Nyonya Copet





Belakang: Sukar,Noek,Imsak













(Ost. Potret,The S.I.G.I.T, Cokelat)

Tema Obrolan : Agama Tianshi, Dan Syekh Puji.

“ Jadi menurut Udik Tianshi itu hampir menyeruapai sebuah agama. Karena dulu kanjeng nabi ketika menyebarkan agama islam juga banyak yang memusuhi serta menghujat. Hal itu kan gak beda jauh ama Tianshi,......... Para org2 Tianshi pas mengajak org menjadi anggotanya juga sering di hujat.”

Lanjut,......................

Perjalanan tiba di daerah Wekas,..... Mobil langsung meluncur naek,....

Eh,............. pas sampe pinus2 alias berakhirnya jalan aspal mobil gah gak sanggup lagi jalan,.....

Terpaksa semua penumpang turun jalan kaki

(Adem e Phuoolll, Grimis maneh)




Udik dan Imo sebagai Leader

Imsak dan Noek sebagai penghubung

Copet dan nyonya sebagai Sweaperrr.........

Lah kok pas,..... harusnyakan ganjil......

Aseeemmmmmmmmmmm,............ Sukar curang dia ternyata dia gak turun dan tetep di dalam mobil,...

Lumayan juga jalan kakinya maklum Balung dan Nafas Tuo,... Ngos2ang dan linu2 kabeh,,...

Sampai di tempat mobil langsung rame2 menghujat sukar,.....

Sukar punya alasan “ lha aku mau meh metu kok lawangan whis ditutup,... jadi kan ra iso metu,...

Prexxxxxx..................

Masuk mobil lagi perjalanan di lanjutkan,.....

Eh.............. baru sebentar lagi2 mobil gak kuat,.....

Terpaksa turun lagi,... Tapi kali ini Sukar harus jalan,.... biar nyonya copet yg tetep di mobil,... kami ikhlas,....

Jalan lagi,... ngos2an lagi,...........

Masuk mobil lagi,....... eh kok ya,..... Cuma bentar aja dah gak kuat,.... pas di gapura mau masuk kampungnya mbah Cip.....

Mosok jalan Lagi,..... Edan Qi.....

Gini aja,.... gimana kalo separo turun,.. separo melanjutkan perjalanan. Nanti mobilnya jemput lagi...

SEPAKAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTTTTT

Daripada jalan kaki mending nunggu,.....


Kloter 1 : Arun,Imsak,Sukar,Copet dan Nyonya.

Kloter 2 : Arun, Udik,Imo,Noek




Sampai di Basecamp ternya suasana di basecamp dah sepi,..... hanya ada ” Seonggok” Gentong (bahasanya Udik) dan 4 orang Garda marga Rimba (Alumni Palafne Juga) yang lagi rame maen kartu,....

Kecap, Sunan, Bothak, dan Totok.

“Wah Laper je,......” Usul Noek sama Imo,...

“Masak Mie wae yuk.....” Ide Imsak....

“Sopo sing masak “ dalam otak kami semua

”Dah Gini aja,... Udik beli mie rebus 8 bungkus ntar aku sing masak” Protes Imsak,....

“Asik,..............” sorak semua,.....” males je masak” dlm pikiran mereka

Mie ada,... api ada,... air panas siap,....

Langsung proses memasak dimulai,..... ehhhh,.......... ternyata proses masaknya penak wong anget di depan tungku,....

Langsung ternyata semua ikut masak,.... K O M P A K

Abis makan Acara selanjutnya bercengkrama di luar rumah,........

Dingin,.... Gelap ,... tapi asik,....

Tema obrolan : Sukar sebagai perwujudan dajjal, pegawai outsourcing di tempat udik

“ Jadi kata pak Harto pakne udik,.... pada akhir jaman nanti, akan ada setan yang berwujud manusia. Nah menurut udik Sukarlah salah satunya.”

“Pegawai baru itu kalo lapor di udik harus dalam keadaan siap dan tegap”

Dada dibusungkan

Dagu disembunyikan

Perut ditarik

Dan “Bentak Saya!!!!!...................”

Malem jam 2 kami bergegas tidur,....

Tidur malam di Base Camp diiringi dengan cerita akan bergabungnya Imo dan Sukar di geng Sengong.

Tapi menurut Udik gak bisa diterima karena mrk gak sanggup bayar Baby Siter.

Dan mereka gak sanggup mlongo selama 2 jam dan memandang dengan tatapan kosong.

ZZZzzzzzzzz,.......................................


Pagi hari bangun kami langsung menepati bagian teras basecamp dengan view, gunung Telomoyo.

Sambil makan biskuit, dan kacang kami mulai membahas tentang syekh Puji.



Begini Imajinasi

“Kalo udik jadi kaya raya seperti syekh Puji di ruang tamunya tidak akan ada meja dan kursi.

Jadi pas ada tamu datang dia hanya akan memberi kode dengan tepuk tangan.

Nanti akan datang perempuan2 cantik,....... 2 org perempuan akan melayani satu tamu.

Satu perumpuan posisinya nungging/jengking yang akan difungsikan sbg tempat duduk

Satunya lagi akan berdiri sebagai sandaran tempat duduk dengan satu tangan memegang asbaki dan

satunya memegang gelas minum”.

Capek ketawa2 dan ngobrol,... perut terasa lapar,...

Cari makan gak ada di base camp,....

Tanpa lama2 kami langsung memutuskan untuk turun dan mencari tempat makan di daerah kopeng,.......

Perjalanan berjalan dengan lancar menuju kopeng (Ost. D’Masiv)

Setibanya di kopeng kami langsung menuju warung utk sarapan, ini ni menunya;

Nasi Rames : Sukar, Copet

Nasi Goreng : Imsak, Nyonya copet

Nasi Pecel : Arun, Imo

Soto : Udik

Tongseng : Noek

Selesai sarapan,.... kami menuju ke ke Gunung Telomoyo

(Mendaki Gunung pake Mobil)

Perjalanan di lokasi ini cukup meriah,....

“Banyak Motor tak bertuan di sepanjang jalan ini, LAHYOOOO....” (Teriak Udik)

Memang disi banyak motor di parkir di pinggir jalan tapi gak ada org disitu..... dimanakah

mereka?.............

Ketika kami sudah berada di Puncak Telomoyo kabut sangat tebal sehingga kami tidak bisa

menyaksikan pemandangan di bawah, yang konon katanya bagus bgt,.........

Bosan di puncak (krn emang Cuma putih thok) kami bergerak turun kebawah,.... akhirnya kami menemukan lokasi yang bagus untuk berfoto2 ria,..... saking asiknya foto2 kami gak mengamati kondisi sekitar.

Pas kami bergegas untuk turun tanpa sadar mobil kami nabrak Pal jalan,.....

Bemper Mobil Peyok,.......

Langsung semua terdiam,................


Udah deh kita lanjutkan perjlanan aja trus langsung pulang,.....

Perjalanan dah ndak menarik lagi,...... kare

na udah ada kecelekaan,.....

Kata Copet “ Kok Lhayao,...... jalan susah malam2 bisa kita lewati,.... nanjak kita lewati,.. kabut tebal kita lewati,.... kok pas l;agi asiknya tingal pulang malah apes,...”

Nah,...... Karena dah gak semangat lagi,... jadinya ceritanya juga dah gak semangat lagi whis yah,........

Byeeeee,....................

Oh yah,....... sedikit info,..: di perjalana pulang kami sempet mampir makan Kupat Tahu Dompleng,..... dan Sengong gak ikut makan.

Kata copet lagi “ Arun stresss pho yho,... goro2 nabrak trus ndak doyan makan!”

Iyo pho Ngong?????.................